Sunday, 27 October 2019

Seluk Beluk Usaha Budidaya Ikan Hias - Belajar Dari Pelaku Bisnis Ikan Hias Indonesia

Sebagai pelengkap informasi mengenai seluk beluk Usaha Budidaya Ikan Hias, berikut ini akan disampaikan beberapa informasi para pelaku usaha di bidang budidaya ikan hias ini. Informasi ini sangat penting bagi pemula, karena bagaimanapun pelaku usaha perlu belajar dari pengalaman para pengusaha terdahulu yang sukses bahkan suatu ketika tidak menutup kemungkinan akan berhubungan bisnis (patner) secara langsung, baik dalam hal produksi (pembudidayaan) seperti pembelian benih, peralatan, pakan dan lain - lain, maupun dalam hal pemasaran seperti penjualan hasil panen dan harga pasaran jual ikan.

Pelaku Usaha Pembudidaya Sekaligus Eksportir

Berikut ini info seputar pelaku usaha dan perusahaan pembudidaya ikan hias yang sekaligus sebagai eksportir (penjual) sendiri lengkap dengan info - info atau keterangan penting lainnya yang terkait.

Harlequin Aquatics
Harlequin Aquatics merupakan perusahaan pembudidaya sekaligus eksportir untuk seluruh jenis ikan hias air tawar. Menurut pemiliknya, Hendra Iwan Putra mengaku mampu meng-ekspor 1 ton ikan hias air tawar per bulan dengan pasar meliputi : Eropa, Amerika, Kanada, Rusia, Timur Tengah dan beberapa Negara Asia. Untuk pesanan yang paling laris adalah jenis ikan hias Neon Tetra, Cat Fish, dan Koi.

Syarat administrasi menjadi eksportir ikan hias, disebutkan oleh Hendra adalah izin Instalasi Karantina Ikan Sementara (IKIS) dari Dinas Perdagangan, memiliki sertifikat kesehatan ikan dari Dinas Perikanan dan melengkapi dokumen barang ekspor di Kantor Bea Cukai. Sedangkan syarat ikan yang siap ekspor yakni ukuran 1,5 - 10 inchi, memiliki warna sesuai warna asli dan tidak terdapat penyakit seperti infeksi kulit, noda (white spot) di tubuhnya serta agresif (ikan bergerak cepat).

Harga beli dari pengepul berkisar Rp 300 sampai Rp 300 ribu per-ekor. Dan harga jual ekspor mulai Rp 500 sampai Rp 400 ribu per-ekor. Harga jual ini tergantung jenis dan ukuran ikan, misalnya ikan Koi ukuran 10 cm dibeli dari pengepul Rp 300 ribu per-ekor dan diekspor seharga Rp 400 ribu per-ekor, sehingga keuntungan yang didapat mencapai 40 %.

Pemesanan ikan hias oleh buyer luar negeri ditetapkan minimal 11 box Styrofoam isi 100 ekor (disesuaikan ukuran ikan). Pembayaran dilakukan secara tunai ditambah dengan biaya ongkos kirim sebelum barang dikirim. Setelah pembayaran diterima barang segera dikirimkan dengan menggunakan jasa kargo penerbangan yang memakan waktu pengiriman maksimal 3 hari.
Ikan yang akan diekspor dimasukan dalam plastic bening isi 40 liter air dengan kapasitas 100 sampai 1000 ekor untuk ukuran ikan sekitar 1,5 – 10 inchi per-ekor. Plastik yang berisi air dan ikan tersebut dialiri Oksigen dengan perbandingan 2:3 bagian. Lalu dimasukan ke dalam box Styrofoam ukuran 70 cm X 40 cm X 32 cm. Selanjutnya untuk mencegah kebocoran sewaktu pengiriman box Styrofoam tersebut dikemas ke dalam peti kayu ukuran 150 cm X 50 cm X 70 cm. Sebelum dikirim ikan di-puasakan dulu selama 3 hari dengan tujuan untuk mengurangi resiko kematian karena amoniak yang timbul dari kotoran ikan. Saat pengiriman suhu dalam kemasan juga harus dijaga stabil pada 27 derajat Celcius.

Jika ada ikan yang mati pada saat sampai di tempat tujuan atau yang disebut DOA (Death On Arrival) harus dibuktikan berdasarkan foto dalam jangka waktu 1 x 24 jam setelah penerimaan barang. Selanjutnya akan diberikan penggantian seluruhnya tanpa dikenakan biaya.

Limas Farm
Limas Farm merupakan perusahaan pembesaran sekaligus eksportir khususnya ikan Mas Koki jenis Ranchu. Ikan jenis ini merupakan varian baru ikan Mas Koki dengan ciri fisik antara lain tidak memiliki sirip punggung, badan agak melengkung dan di bagian perut menggelembung, jambul kepala besar dengan banyak tonjolan serta bermacam warna mulai hitam, orange, merah, putih dan kombinasi warna gabungan.

Perusahaan yang beralamat di Jl. Kampung Melayu Barat no.7 Teluk Naga, Tangerang, Banten ini telah berdiri sejak tahun 1980-an. Pasar ekspornya meliputi Singapura, Filipina dan Hongkong. Ikan Mas Koki yang banyak diminati mulai dari grade A (biasa), AA (sedang), AAA (terbaik) yang dilihat dari kualitas ikan mulai bentuk sirip hingga bentuk badan yang mendekati sempurna.
Ukuran ikan yang akan diekspor mulai dari ukuran panjang 9 - 12 cm yang dijual dengan harga Rp 5 ribu hingga Rp 1 juta tergantung kualitas ikannya. Sebelum diekspor ikan ini harus melalui proses karantina dan terlebih dahulu diuji laboratorium di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Serta dipuasakan dulu selama 1 - 2 hari atau hanya beberapa jam saja tergantung jarak tempuh pengiriman. Setelah dimasukan ke dalam plastik yang dialiri Oksigen lalu dikemas ke dalam kotak Styrofoam ukuran 60 x 45 x 30 cm. Kotak tersebut bisa menampung sekitar 15 kg.

Pemesanan dilakukan dengan system pembayaran tunai yang dibayarkan 1 minggu sebelum pengiriman dan harus mencantumkan alamat lengkap, no. telepon dan kontak agen yang ada di bandara tujuan bila ada. Pengiriman menggunakan jasa kargo yang ada di bandara dengan biaya berkisar Rp 750 ribu sampai dengan Rp 1 juta per Kg. Biaya tersebut sudah termasuk tarif kargo, dokumen karantina, karantina di bandara dan bea cukai.


Pengepul dan Suplier Ikan Hias

Aquanda

Beralamat di Jl. Sumenep no.3, Menteng, Jakarta Pusat, telah memulai usaha sejak tahun 2000 dengan memasarkan ikan hias air tawar seperti Mas Koki, Koi hingga Cupang dengan kisaran harga Rp 5 ribu – 200 ribu per ekor. Pangsa pasarnya adalah kalangan pedagang di sentra penjualan ikan di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat dan Kemayoran, Jakarta Timur serta ke luar kota seperti Bandung, Indramayu, Cirebon dan tempat lainnya.

Untuk pemesanan dari luar negeri biasanya kerjasama dengan eksportir ikan hias. Pembelian ikan hias dari petani Rp 10 ribu per ekor ukuran 10 cm. Dan apabila dijual lagi ke eksportir harganya sekitar Rp 12 ribu per-ekor. Sebelum menjual ke pedagang atau eksportir, terlebih dulu memberikan sampel ikan. Apabila dirasa memenuhi standar kelayakan langsung dilakukan transaksi dengan pihak pembeli/eksportir. Sistem yang diterapkan dengan jual putus, sedangkan untuk pengemasan dan pengiriman seluruhnya ditanggung pihak pembeli. Tapi jika ada ikan yang mati dalam perjalanan seluruhnya akan diganti, dengan catatan sebelumnya dilampiri foto dan laporan dalam waktu kurang dari 24 jam.

Demikianlah tadi beberapa informasi seputar seluk beluk Usaha Budidaya Ikan Hias. Semoga dapat menambah referensi dan wawasan anda. Salam sukses selalu untuk anda!

1 comment:

  1. Dapatkan Penghasilan Tambahan Dengan Bermain Poker Online di www.itudewa.comDAFTAR ITUDEWA

    Keunggulan dari itudewa adalah

    *Permainan 100% Fair Player vs Player - Terbukti!!!
    *Proses Depo dan WD hanya 1-3 Menit Jika Bank Tidak Gangguan
    *Minimal Deposit Hanya Rp 25.000
    *Minimal Withdraw Hanya Rp 50.000
    *Bonus Cashbak 0,3%
    *Bonus referral 20%
    *Bonus New Member 10%
    *Bonus GEBYAR TURNOVER TERBANYAK dapat hadiah utama 100jt
    *FreeChip Upline Referral UP TO  100k
    *Dilayani Customer Service yang Ramah dan Sopan 24 Jam NONSTOP
    *Berkerja sama dengan 7 bank lokal antara lain : ( BCA-MANDIRI-BNI-BRI-DANAMON-PERMATA-CIMB)
    *Menerima deposit via pulsa dan ovo
    Jenis Permainan yang Disediakan ada 7 jenis game dalam 1 user id
    Poker - Bandarceme- Ceme Keliling - DominoQQ - Capsa Susun - Omaha - Superten


    Untuk Info Lebih Lanjut Dapat menghubungi Kami Di :

    Kontak Kami :
    Line : ituDewa
    WhatsApp : +85561809401
    WeChat : OfficialituDewa

    ReplyDelete

Seluk Beluk Usaha Budidaya Ikan Hias - Belajar Dari Pelaku Bisnis Ikan Hias Indonesia

Sebagai pelengkap informasi mengenai seluk beluk Usaha Budidaya Ikan Hias , berikut ini akan disampaikan beberapa informasi para pelaku usa...